Inhil_Riau – Harga ayam potong di wilayah Sungai Guntung dilaporkan mengalami kenaikan signifikan menjelang bulan puasa. Kondisi ini dikeluhkan para pedagang karena dinilai berdampak langsung pada daya beli masyarakat serta stabilitas perdagangan di pasar tradisional.
Sejumlah pedagang di Pasar Sungai Guntung menyebut lonjakan harga mulai terasa dalam beberapa hari terakhir. Pada Minggu pagi (15/2/2026), seorang pedagang ayam mengungkapkan bahwa kenaikan terjadi cukup drastis dibandingkan periode sebelumnya yang relatif stabil.
“Biasanya harga normal saja, tapi sekarang naik tajam. Kami juga bingung karena dengan harga segitu tentu pembelian masyarakat menurun,” ujarnya kepada awak media.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pedagang juga menyinggung adanya dugaan ketidakseimbangan pasokan. Ia menyebut beredar informasi bahwa distribusi ayam potong disinyalir dibatasi atau dijatah untuk wilayah tertentu, meski belum ada keterangan resmi dari pihak terkait.
“Bahkan ada kabar ayam dijatah untuk tiap daerah. Kalau pasokan terbatas, otomatis harga ikut terdorong naik,” tambahnya.
Selain persoalan pasokan, pedagang mengaku menerima informasi bahwa harga ayam potong berpotensi kembali mengalami kenaikan dalam waktu dekat. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pedagang maupun konsumen, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan rumah tangga selama Ramadan.
Di sisi lain, isu dugaan adanya permainan kartel turut menjadi perbincangan di kalangan pelaku pasar. Dugaan tersebut sebelumnya juga sempat disorot oleh beberapa media lokal, meski hingga kini belum ada pernyataan resmi dari otoritas terkait. Pedagang berharap adanya transparansi dan pengawasan agar mekanisme pasar tetap berjalan sehat.
Secara ekonomi, kenaikan harga bahan pangan menjelang Ramadan kerap terjadi seiring meningkatnya permintaan. Komoditas protein hewani seperti ayam potong menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat, sehingga pergerakan harganya sangat dirasakan baik oleh pedagang maupun konsumen.
Dari sisi bisnis, fluktuasi harga yang tajam dapat memengaruhi volume transaksi di pasar. Pedagang berisiko mengalami penurunan penjualan, sementara konsumen menghadapi tekanan terhadap pengeluaran rumah tangga.
Penulis : Sulaiman
Editor : Sofian ang david








