Centralmedianusa.com Batam –Kebutuhan tenaga kerja terampil di kawasan industri seperti Batam terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi yang pesat. Namun di sisi lain, ketersediaan tenaga kerja yang benar-benar siap pakai masih menjadi tantangan.
Menjawab kondisi tersebut,pada hari Juma’t bertempat di Balai Latihan Kerja (BLK) Batam (10/04/2026), program pelatihan kerja berbasis kompetensi digelar untuk mencetak tenaga kerja siap pakai yang mampu menjawab kebutuhan industri.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Polda Kepri, PT KT&G TSPM Indonesia melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), serta LPK Bhakti Tidar Nusantara, yang bersama-sama mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah Kepulauan Riau.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pimpinan LPK Bhatara,Bapak Dwifung Wirajaya Saputra, menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah konkret dalam mencetak tenaga kerja kompeten.
“Pelatihan ini diikuti oleh 32 peserta yang terbagi dalam dua program, yakni barista dan instalasi listrik, masing-masing sebanyak 16 orang.
Peserta berasal dari berbagai latar belakang, termasuk masyarakat umum, keluarga pekerja, hingga binaan perusahaan,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa durasi pelatihan dirancang secara maksimal untuk menghasilkan kompetensi nyata.“Pelatihan barista berlangsung selama 18 hari, sedangkan instalasi listrik selama 26 hari,” lanjutnya.Menurutnya, pendekatan berbasis praktik menjadi kunci agar peserta benar-benar siap kerja dan mampu bersaing di dunia industri.

Sementara itu, Wakapolda Kepri Brigjen Pol Dr. Anom Wibowo,mewakili Kapolda kepri Irjen Pol Asep Safrudin yang sedang berada di luar kota.
menyoroti ironi di tengah tingginya pertumbuhan ekonomi daerah.“Kepri ini termasuk daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia, tetapi ironisnya angka pengangguran juga masih tinggi. Ini menjadi tantangan bersama,” tegasnya.Ia juga menekankan pentingnya sertifikasi dalam dunia kerja modern“Kalau dulu cukup pengalaman kerja, sekarang tidak. Sertifikasi menjadi kunci. Ini yang harus kita siapkan bersama,” ujarnya.
Dari sisi pemerintah pusat, Direktur Bina Standarisasi Kompetensi Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker RI, Dr. Ir. Abdullah Qiqi Asmara, S.T., M.Si., M.Kom., IPU, mengakui keterbatasan jangkauan pelatihan yang dilakukan pemerintah.“Tahun ini kami hanya mampu melatih sekitar 70 ribu peserta melalui APBN, sementara jumlah pengangguran mencapai jutaan. Karena itu, dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pelatihan dalam memperluas akses pelatihan kerja.

Program pelatihan ini difokuskan pada bidang yang memiliki peluang kerja tinggi, seperti barista dan instalasi listrik dua sektor yang terus berkembang di Batam sebagai kawasan industri strategis.
Dengan metode pelatihan berbasis praktik dan uji kompetensi, peserta dipersiapkan untuk langsung masuk ke dunia kerja maupun membuka peluang usaha mandiri.
LPK Bhatara pun menegaskan komitmennya untuk terus menjadi bagian dari solusi dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan di daerah.
Di tengah tingginya angka pengangguran, langkah kolaboratif seperti ini menjadi bukti bahwa solusi nyata dapat diwujudkan melalui sinergi.
Penulis : Zul
Editor : sofian ang david








