Centralmedianusa.com, Sungai Guntung-Inhil – Stand Bazar Desa Penjuru sukses mencuri perhatian pengunjung pada gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-LVI Tingkat Kecamatan Kateman Tahun 2026. Tampil berbeda dengan ornamen bernuansa budaya Tionghoa yang megah dan artistik, stand tersebut menjadi salah satu yang paling ramai dikunjungi masyarakat selama pelaksanaan MTQ di Lapangan Balai Rakyat Sungai Guntung.
Dominasi warna merah, gerbang khas Tionghoa, serta berbagai ornamen budaya yang ditampilkan membuat Stand Desa Penjuru tampil menonjol di antara stand peserta lainnya. Banyak pengunjung memanfaatkan lokasi tersebut sebagai tempat berfoto sekaligus melihat berbagai produk unggulan yang dipamerkan.

Kepala Desa Penjuru, Salehudin, mengatakan konsep yang diangkat bukan sekadar untuk menarik perhatian, melainkan sebagai simbol keberagaman yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di Kecamatan Kateman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, keberagaman budaya, suku, dan agama merupakan kekayaan yang harus dijaga dan dirawat bersama. Semangat itulah yang ingin disampaikan Desa Penjuru melalui penampilan stand bazarnya pada MTQ tahun ini.
“Keberagaman adalah kekuatan yang harus kita jaga bersama. Apa yang kami tampilkan di stand ini merupakan gambaran keberagaman yang ada di Kecamatan Kateman khususnya dan Indonesia pada umumnya. Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tetapi menjadi pemersatu dalam membangun daerah dan bangsa,” ujar Salehudin.
Selain menghadirkan tampilan yang unik, Stand Desa Penjuru juga mempromosikan berbagai produk olahan rumah tangga dan kerajinan tangan hasil karya masyarakat setempat. Produk-produk tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha mikro serta pemberdayaan ekonomi warga desa.
Tak hanya fokus pada bazar, Desa Penjuru juga menaruh harapan besar pada ajang MTQ tahun ini. Dengan persiapan yang telah dilakukan, kafilah Desa Penjuru optimistis mampu memberikan penampilan terbaik dan meraih prestasi di berbagai cabang perlombaan yang diikuti.
Perpaduan antara nilai religius, promosi potensi desa, dan pesan kuat tentang toleransi menjadikan Stand Bazar Desa Penjuru lebih dari sekadar tempat pameran. Kehadirannya menjadi cerminan harmonisasi keberagaman yang hidup di tengah masyarakat Kateman, sekaligus mengingatkan bahwa persatuan dalam perbedaan merupakan salah satu kekuatan terbesar bangsa Indonesia.
(Eman)
Penulis : Sulaiman
Editor : Sofian ang david









