Centralmedianusa.com, PULAU BURUNG_INHIL — Pemadaman bergilir yang masih terjadi di wilayah Pulau Burung dan sekitarnya dipastikan berkaitan dengan berkurangnya kemampuan pembangkit di PLTD Pulau Burung. Dua unit mesin pembangkit mengalami kerusakan dan menyebabkan sistem mengalami defisit daya sekitar 500 kW.
Kondisi tersebut membuat PLN melakukan pengaturan beban melalui pemadaman bergilir. Dampaknya dirasakan pelanggan di Pulau Burung maupun sejumlah wilayah yang mendapatkan pasokan dari sistem tersebut, termasuk Desa Air Tawar dan Desa Sari Mulya, Kecamatan Kateman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
PIC PLN Sub Isolated Pulau Burung, RiskiRazak, menyampaikan bahwa dua mesin yang mengalami gangguan tersebut adalah Caterpillar 01 dan Cummins 02.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, Razak mengatakan PLN terus berupaya mempercepat proses perbaikan kedua unit mesin agar kemampuan pembangkitan dapat segera kembali meningkat.
“Untuk mesin Caterpillar 01 diperkirakan akan beroperasi kembali pada tanggal 10 September 2026,” ungkap Razak.
Pengoperasian kembali Caterpillar 01 menjadi target penting dalam penanganan kondisi kelistrikan saat ini. Dengan tambahan daya dari unit tersebut, defisit sekitar 500 kW diharapkan dapat teratasi sehingga pemadaman bergilir dapat berakhir.
Meski demikian, PLN tetap melanjutkan perbaikan terhadap mesin Cummins 02. Unit ini ditargetkan selesai diperbaiki dan dapat kembali beroperasi pada minggu keempat September 2026.
Berbeda dengan fungsi pemulihan defisit saat ini, kembalinya Cummins 02 nantinya akan memberikan dukungan lebih terhadap sistem kelistrikan Pulau Burung, terutama dalam memperkuat cadangan daya.
PLN berharap seluruh proses perbaikan dapat berjalan sesuai target. Percepatan ini dinilai penting mengingat kebutuhan listrik masyarakat terus berjalan, sementara pasokan yang tersedia harus disesuaikan dengan kemampuan pembangkit.
Bagi pelanggan, pemadaman listrik yang berlangsung tentu memberikan dampak terhadap berbagai aktivitas. Rumah tangga, pelaku usaha, fasilitas pelayanan, komunikasi hingga kegiatan masyarakat membutuhkan pasokan listrik yang stabil.
PLN pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang timbul selama proses penanganan gangguan dan pemulihan sistem.
“PLN terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” kata Razak.
Dengan perbaikan yang terus dikebut, masyarakat kini menantikan dua tahapan pemulihan tersebut. Caterpillar 01 diharapkan kembali beroperasi pada 10 September 2026 untuk mengakhiri defisit daya, sedangkan Cummins 02 ditargetkan menyusul pada minggu keempat September sebagai penguatan cadangan sistem PLTD Pulau Burung.
(Eman)
Penulis : Sulaiman
Editor : Sofian ang david









