Centralmedianusa.com,OPINI Batam : Format kepemimpinan Kolektif kolegial adalah sistem kepemimpinan dalam organisasi di mana pengambilan keputusan dan wewenang penting dilakukan secara bersama-sama oleh sekelompok pimpinan, bukan oleh satu orang saja.
Konsep Dasar Kolektif:
Keputusan dan tanggung jawab dipikul secara bersama oleh seluruh anggota kelompok pimpinan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kolegial: Hubungan antar-pimpinan bersifat sebagai rekan kerja yang setara, sejajar, dan saling menghargai (tidak ada yang merasa superior mutlak).
Ciri-Ciri Utama
Keputusan Bersama: Kebijakan strategis diputuskan melalui musyawarah, rapat, atau mufakat bersama.
Pembagian Peran yang Setara: Pimpinan utama (seperti ketua umum) bertindak sebagai primus inter pares (yang utama di antara yang setara).
Minim Otoriter: Menghindari dominasi kekuasaan pada satu figur tunggal untuk mencegah penyalahgunaan wewenang.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan: Kebijakan lebih objektif, transparan, meminimalkan risiko korupsi/penyalahgunaan kekuasaan, serta memperkuat solidaritas organisasi.
Kekurangan: Proses pengambilan keputusan cenderung agak lambat, hati² dan teliti menyangkut keputusan besar dan strategis
Contoh Penerapan di Indonesia
Lembaga Negara:
Diterapkan pada pimpinan KPK atau KPU agar keputusan penegakan hukum atau pemilu bersifat netral dan akuntabel.
Organisasi Kemasyarakatan: Diterapkan secara tradisional oleh Muhammadiyah melalui pimpinan pusat yang berjumlah kolektif.
——————
Catatan kaki:
Menurut saya yang paling pas KAHMI Batam menerapkan sistem presidium (Kolektif Kolegial) agar jelang tahun politik tidak menyalahgunakan jabatan di Kahmi hanya kepentingan kontestasi politik/syahwat kekuasaan, selama ini yang saya tahu pecahnya dulu Kahmi Presidium dan Kahmi Presidensil karena kepentingan politik. Korpres saat itu bang Prof. Laode Kamaludin, Presidensil Ketumnya bang DR. Fuad Bawazier akibat gesekan politik kekuasaan eksternal mempengaruhi internal organisasi.
Menurut saya dari jumlah presidium terpilih secara integritas dan kapasitas sesuai dukungan suara MuSDA, maka presidium memilih bergantian siapa ketuanya, roling/mutar/siklus kepemimpinan dalam 1 periodesasi 1 tahun sekali atau biar panjang setiap presidium memimpin 2 tahun masa 2 periode.
presidium yang sudah selesai menjabat sikapnya tetap kolektif kolegial satu kesatuan yang utuh, tanpa ego gak peduli lagi setelah jabatan selesai, membantu/supporting korpres berikutnya.
Ini baru dikatakan memiliki organisasi berdasarkan nilai kader, bukan karena niat kepentingannya sudah selesai,
Ini pemikiran ide saya tergantung peserta Musda memahaminya dan dituangkan dalam rumusan konsep pembahasan komisi, berhasil dibatam bisa jadi role model diusulkan di Munas 2027
Jangan sibuk mencari bentuk terus format kepemimpinan KAHMI, sementara Muhammadyah terus membangun asset sampai luar negeri nyaman dengan kepemimpinan Kolektif Kollegial.
Semoga Allah melimpahkan kekuatan, rahmat dan ridhonya kepada kita semua selalu lurus niat berKahmi untuk menjaga dan menyalurkan kekayaan negara bisa dipergunakan sebesar²nya kemakmuran bangsa, mampu sebagai insan problem solving tantangan bangsa saat ini yaitu penyakit korupsi, disorientasi jadi pejabat bukan untuk kaya tapi semata mengabdi melayani/pamong negeri.
Zulhendri
Mantan Presidium KAHMI Batam
Penulis : Zulhendri
Editor : Sad









