Centralmedianusa.com Inhil-
Pertumbuhan UMKM di sektor ekonomi kreatif menunjukkan pergeseran yang semakin jelas, dari usaha berbasis tren menuju model kewirausahaan yang terkelola dan berorientasi kualitas. Di Sungai Guntung, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir, salah satu representasi perubahan tersebut tampak melalui kehadiran Momoyo Sei Guntung, usaha minuman kekinian yang berkembang dengan pendekatan sistematis.
Berlokasi di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Tagaraja, Momoyo Sei Guntung mengadopsi standar operasional brand nasional sebagai fondasi usaha. Pendekatan ini memberikan nilai tambah bagi UMKM daerah, terutama dalam menjaga konsistensi rasa, kualitas bahan baku, serta penyajian produk. Di tengah pasar lokal yang semakin sadar kualitas, konsistensi menjadi faktor pembeda yang signifikan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kerangka kewirausahaan, Momoyo Sei Guntung tidak hanya menjual produk, tetapi membangun model usaha yang terukur. Setiap proses produksi dijalankan dengan pedoman baku, mulai dari peracikan hingga penyajian. Pola kerja ini menciptakan kepastian mutu dan memperkuat kepercayaan konsumen, sekaligus menunjukkan bahwa UMKM daerah mampu menjalankan standar usaha modern.
Produk unggulan Momoyo Sei Guntung terpusat pada Nusantara Milk Tea, lini minuman berbasis gula aren yang menjadi identitas utama. Konsep ini mengangkat cita rasa yang dekat dengan preferensi masyarakat lokal, namun dikemas dalam format minuman kekinian. Dalam satu kesatuan Nusantara Milk Tea, tersedia berbagai varian seperti Snow Top Aren Milk Tea, Red Bean Aren Milk Tea, dan Jumbo Aren Milk Tea, yang memberikan ragam pilihan tanpa menghilangkan karakter rasa utama. Sementara itu, Jumbo Ice Cream melengkapi penawaran produk dan memperluas daya tarik di segmen anak muda.
Dari sisi pemasaran, Momoyo Sei Guntung memanfaatkan platform digital sebagai sarana pengembangan pasar. Media sosial, khususnya TikTok, serta kolaborasi dengan aplikasi promosi seperti Qpoen, digunakan untuk memperkenalkan produk sekaligus membangun komunikasi dengan konsumen. Strategi ini mencerminkan adaptasi UMKM daerah terhadap pola pemasaran modern yang berbasis interaksi dan jangkauan luas.
Keberlanjutan usaha juga ditopang oleh dukungan masyarakat lokal. Kepercayaan konsumen terhadap kualitas dan konsistensi layanan menjadi modal utama bagi UMKM untuk bertahan dan berkembang. Hubungan ini memperlihatkan bagaimana usaha kecil dapat tumbuh seiring dengan keterlibatan aktif masyarakat di sekitarnya.
Dengan menyasar segmen anak muda, Momoyo Sei Guntung memposisikan diri sebagai UMKM minuman yang menekankan keseimbangan antara kualitas produk, harga terjangkau, dan identitas brand yang jelas. Pendekatan ini menempatkan usaha minuman kekinian tidak hanya sebagai pelaku tren, tetapi sebagai bagian dari ekosistem kewirausahaan lokal yang berdaya saing.
Saat ini, Momoyo Sei Guntung beroperasi setiap hari pukul 10.00 hingga 22.30 WIB dan melibatkan sembilan tenaga kerja lokal. Lebih dari sekadar gerai minuman, Momoyo Sei Guntung menjadi contoh bagaimana UMKM ekonomi kreatif daerah dapat tumbuh dengan karakter, standar, dan orientasi keberlanjutan, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap produk kreatif lokal.
Penulis : Sulaiman
Editor : Sofian ang david









