Guru Patungan Bangun Kelas, Ketika Harapan Pendidikan Bertahan di Atas Gotong Royong

- Redaksi

Minggu, 14 Juni 2026 - 23:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Centralmedianusa.com, Sungai Guntung_Inhil – Di saat banyak pihak berbicara tentang pentingnya pendidikan, sekelompok guru di pelosok Kecamatan Kateman justru membuktikannya dengan tindakan nyata. Tanpa menunggu janji atau kepastian bantuan, para tenaga pendidik di SDN 011 Air Tawar memilih mengulurkan tangan mereka sendiri demi menyelamatkan masa depan anak-anak yang mereka ajar.

Kondisi ruang belajar yang rusak dan dinilai membahayakan membuat kegiatan belajar mengajar tidak lagi dapat berlangsung sebagaimana mestinya. Demi menjaga keselamatan siswa, para guru terpaksa memindahkan proses pembelajaran ke teras sekolah. Sebuah pemandangan yang mungkin sulit dibayangkan di tengah berbagai slogan tentang kemajuan pendidikan.

Namun keterbatasan tidak membuat mereka menyerah. Ketika ruang kelas yang layak belum juga hadir, Majelis Guru SDN 011 Air Tawar mengambil langkah yang jarang dilakukan. Mereka patungan dari kantong pribadi untuk membangun ruang belajar baru agar anak-anak tetap dapat belajar dengan aman dan nyaman.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah itu kemudian mengundang simpati masyarakat. Orang tua wali murid dan warga sekitar turut bergotong royong membantu proses pembangunan. Di bawah terik matahari dan dengan peralatan seadanya, mereka bekerja bersama, seakan ingin menunjukkan bahwa kepedulian masih hidup di tengah keterbatasan.

Di balik pembangunan sederhana tersebut tersimpan sebuah pertanyaan yang cukup mengusik. Mengapa ruang kelas untuk anak-anak bangsa harus dibangun dari hasil patungan guru dan gotong royong masyarakat? Pertanyaan itu mungkin tidak membutuhkan jawaban panjang, karena kenyataan yang terlihat sudah berbicara dengan sendirinya.

Baca Juga:  Generasi Emas dari Pesisir Kateman, Rachel Az Zahra Putri Harumkan Nama Inhil di Ajang FLS3N Provinsi Riau

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa kebutuhan pembangunan sekolah tersebut sebenarnya telah lama menjadi perhatian. Namun berbagai keterbatasan membuat harapan akan bantuan belum juga terwujud. Akibatnya, mereka yang berada paling dekat dengan persoalan akhirnya memilih bergerak sendiri agar proses pendidikan tidak terhenti.

Meski demikian, para guru tidak pernah menjadikan keadaan sebagai alasan untuk berhenti mengajar. Mereka tetap hadir, tetap mendidik, dan tetap menjaga semangat anak-anak yang setiap hari datang membawa mimpi-mimpi besar tentang masa depan.

Apa yang terjadi di SDN 011 Air Tawar bukan hanya tentang pembangunan ruang kelas. Ini adalah kisah tentang pengabdian, tentang ketulusan, dan tentang bagaimana pendidikan masih bertahan berkat orang-orang yang bekerja dalam diam tanpa banyak sorotan.

Di saat sebagian orang sibuk menunggu perubahan, para guru ini memilih menjadi bagian dari perubahan itu sendiri. Mereka membangun bukan sekadar dinding dan atap, melainkan harapan yang kelak akan menaungi cita-cita generasi penerus bangsa.

Kini dukungan dari berbagai pihak sangat diharapkan agar perjuangan tersebut tidak berjalan sendiri. Sebab pendidikan yang layak bukan hanya kebutuhan, melainkan hak yang seharusnya diterima setiap anak tanpa terkecuali.

Dari sebuah sekolah sederhana di Air Tawar, lahir pelajaran berharga bahwa gotong royong masih menjadi kekuatan terbesar bangsa ini. Dan ketika para guru harus patungan demi membangun ruang kelas, mungkin itulah saatnya semua pihak kembali menanyakan sejauh mana perhatian terhadap masa depan pendidikan di negeri ini.
(Eman)

Penulis : sulaiman

Editor : Sofian ang david

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel centralmedianusa.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Kaderisasi ke Aksi Nyata, Nurhayati Siapkan Arah Baru Gerakan KOPRI PMII Inhil
Nobar G30S/PKI di MTs-TI Sungai Guntung, Sejarah Dikemas dalam Pembelajaran Interaktif
Groundbreaking Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang: Investasi SDM Unggul, Bangun Mimpi Anak Indonesia
Lima Orang Diamankan dalam Pengungkapan Dugaan Curat di Kateman, Penyidikan Masih Berlanjut
Bukan Sekedar MoU, KUA Kateman dan MTs-TI Sungai Guntung Siap Buka Ruang Edukasi Bagi Remaja
Pengurus Yayasan AL-HIKMAH ATTAQWA ANAMABAS resmi di lantik, ARFANDI, S.Sos NAKHODAI PERIODE 2026-2031
Rokok Ilegal Masih Beredar di Inhil, Polres dan Bea Cukai Dipertanyakan: Lalu Apa yang Sudah Dikerjakan?
Satu Hektare Jagung Dipanen di Griya Mukti Jaya, Ketahanan Pangan Didorong dari Desa

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:55 WIB

Dari Kaderisasi ke Aksi Nyata, Nurhayati Siapkan Arah Baru Gerakan KOPRI PMII Inhil

Rabu, 30 September 2026 - 10:08 WIB

Nobar G30S/PKI di MTs-TI Sungai Guntung, Sejarah Dikemas dalam Pembelajaran Interaktif

Kamis, 24 September 2026 - 13:28 WIB

Groundbreaking Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang: Investasi SDM Unggul, Bangun Mimpi Anak Indonesia

Jumat, 18 September 2026 - 07:48 WIB

Lima Orang Diamankan dalam Pengungkapan Dugaan Curat di Kateman, Penyidikan Masih Berlanjut

Kamis, 17 September 2026 - 14:16 WIB

Bukan Sekedar MoU, KUA Kateman dan MTs-TI Sungai Guntung Siap Buka Ruang Edukasi Bagi Remaja

Berita Terbaru