Centralmedianusa.com Batam — Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Kepulauan Riau menyoroti serius gangguan layanan air bersih yang dikelola oleh Air Batam Hilir. Gangguan tersebut dirasakan oleh warga Batam, khususnya di wilayah Tanjung Riau, sejak malam Minggu hingga hari ini, dengan kondisi aliran air mati total.
Berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, gangguan ini diperkirakan akan berlangsung hingga Kamis. Namun hingga saat ini, DPD IMM Kepulauan Riau menilai tidak adanya penjelasan resmi yang transparan dari pihak Air Batam Hilir kepada masyarakat terkait penyebab gangguan maupun kepastian waktu pemulihan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
DPD IMM Kepulauan Riau memandang kondisi ini sebagai bentuk lemahnya komunikasi publik dalam pelayanan kebutuhan dasar masyarakat. Ketiadaan informasi yang jelas telah menimbulkan keresahan dan berdampak langsung pada aktivitas rumah tangga, usaha kecil, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga Batam.
Selain gangguan aliran air, pelayanan distribusi air tangki sebagai solusi darurat juga menjadi sorotan DPD IMM Kepulauan Riau. Mekanisme pelayanan dinilai tidak transparan, tidak konsisten, dan membingungkan masyarakat, karena adanya keharusan melakukan pembaruan permohonan setiap hari tanpa penjelasan resmi yang mudah diakses publik.
Ketua DPD IMM Kepulauan Riau, Adhanan Fadli, menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa dianggap sebagai gangguan teknis biasa.
> “DPD IMM Kepulauan Riau menilai bahwa air bersih adalah hak dasar warga Batam. Ketika layanan terhenti berhari-hari, pihak pengelola wajib menyampaikan informasi yang terbuka, jujur, dan bertanggung jawab. Ketidakjelasan ini justru menunjukkan lemahnya orientasi pelayanan publik,” tegas Adhanan Fadli.
Ia menambahkan bahwa pelayanan darurat seharusnya mencerminkan keberpihakan kepada masyarakat.
“Solusi air tangki seharusnya memudahkan warga terdampak, bukan menambah beban dengan mekanisme yang tidak jelas. Ini menjadi catatan serius bagi DPD IMM Kepulauan Riau,” lanjutnya.Atas kondisi tersebut, DPD IMM Kepulauan Riau secara tegas mendesak Air Batam Hilir untuk:
1. Menyampaikan informasi resmi secara terbuka kepada masyarakat terkait penyebab gangguan dan estimasi pemulihan layanan.
2. Membenahi pelayanan air tangki agar transparan, terkoordinasi, dan benar-benar berpihak pada warga Batam yang terdampak.
3. Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen dan sistem pelayanan air bersih guna mencegah terulangnya persoalan serupa.
DPD IMM Kepulauan Riau menegaskan bahwa krisis air bersih tidak boleh terus dinormalisasi. Pelayanan publik yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat harus dijalankan dengan prinsip akuntabilitas, transparansi, dan keadilan sosial.
Penulis : adm
Editor : Sofian ang david








