Centralmedianusa.com, Inhil – Operasional Pabrik Kelapa Sawit (POM 2) milik PT BSS yang berada di Desa Petalongan, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, menjadi perhatian publik setelah masyarakat menyampaikan keluhan terkait bau dan debu asap yang diduga berasal dari cerobong pabrik. Keluhan tersebut muncul karena asap dinilai mengganggu kenyamanan warga serta berpotensi berdampak pada kesehatan pernapasan, Selasa (3/2/2026).
Manajemen PT BSS membenarkan adanya gangguan pada sistem pengelolaan limbah udara dalam proses pengolahan tandan buah segar (TBS) menjadi crude palm oil (CPO). Perusahaan yang sebelumnya berafiliasi dengan Anugerah Group tersebut menyatakan bahwa persoalan ini telah menjadi bahan evaluasi sejak dilakukannya pengawasan oleh Komisi III DPRD Inhil pada April 2025 lalu.
Dalam pengawasan itu, Komisi III DPRD Inhil memberikan sejumlah rekomendasi agar perusahaan segera melakukan pembenahan teknis, terutama pada kinerja boiler sebagai bagian utama pengendalian emisi asap. Rekomendasi tersebut bertujuan untuk menekan dampak lingkungan sekaligus melindungi kesehatan masyarakat di sekitar area pabrik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menindaklanjuti hal tersebut, pihak Humas PT BSS menyampaikan bahwa perusahaan telah menyusun langkah penanganan secara bertahap. Untuk jangka pendek, perawatan dan pembersihan boiler akan dilakukan secara rutin setiap pekan saat jeda produksi. Sementara untuk solusi jangka panjang, PT BSS merencanakan perbaikan menyeluruh terhadap sistem boiler yang dijadwalkan pada masa cuti Lebaran.
Selain fokus pada pembenahan teknis, PT BSS juga menyatakan komitmennya untuk bertanggung jawab atas dampak yang dirasakan masyarakat. Perusahaan berencana memberikan bantuan kepada warga terdampak sebagai bentuk kepedulian sosial, sekaligus menegaskan komitmen menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat serta kelestarian lingkungan di wilayah operasional perusahaan.
Penulis : sulaiman
Editor : Sofian ang david








