Centralmedianusa.com, Inhil-Riau – Suasana khidmat menyelimuti kegiatan Pesantren Ramadan yang digelar oleh MDTA Ummul Qur’an An Najani di Parit Sungai Sejuk, Desa Sungai Gantang, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir, Ahad pagi, 22 Februari 2026. Puluhan santri tampak duduk rapi dengan busana muslim, menyimak materi yang disampaikan, menandai dimulainya rangkaian pembinaan religius yang rutin dilaksanakan setiap pekan selama bulan suci.
Kegiatan ini diikuti oleh santri MDTA dan dihadiri Majelis Guru. Materi disampaikan oleh Al Ustadz Syahriansyah, S.Ag, yang menekankan pentingnya penguatan akidah, pembentukan akhlak mulia, serta peningkatan pemahaman ajaran Islam sejak usia dini. Dengan pendekatan yang komunikatif, para santri diajak memahami makna Ramadan tidak hanya sebagai ibadah ritual, tetapi juga sebagai momentum pembinaan karakter.
Kepala sekolah, Darma Krida, S.Pd, menjelaskan bahwa Pesantren Ramadan tahun ini mengusung tema “Menjadikan Pelajar/Santri Cerdas, Menjaga Ibadah, dan Berakhlak Mulia.” Tema tersebut, menurutnya, menjadi arah sekaligus harapan agar peserta didik tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual dan berperilaku baik dalam kehidupan sehari-hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ramadan adalah ruang pendidikan yang sangat luas. Di sini anak-anak belajar disiplin, kejujuran, kesabaran, dan kepedulian. Nilai-nilai ini diharapkan melekat, tidak hanya di bulan suci, tetapi juga di bulan-bulan berikutnya,” ujarnya.

Sejak pagi, suasana lokasi kegiatan terlihat hidup. Santri dengan penuh semangat mengikuti setiap sesi, sementara para guru mendampingi dengan perhatian. Interaksi hangat antara pemateri, guru, dan santri menghadirkan nuansa edukatif yang terasa dekat dan membumi. Kipas angin yang berputar pelan, lantunan suara materi keagamaan, serta wajah-wajah antusias para santri menciptakan gambaran pembelajaran yang sederhana namun sarat makna.
Program Pesantren Ramadan ini menjadi bagian dari komitmen lembaga dalam membangun pendidikan religius yang berkelanjutan. Selain memperkuat pemahaman keislaman, kegiatan ini diarahkan untuk membentuk karakter anak agar lebih santun, bertanggung jawab, dan memiliki kesadaran beribadah.
Dengan pelaksanaan rutin setiap Ahad pagi sepanjang Ramadan, pihak sekolah berharap kegiatan ini mampu memberi dampak nyata bagi perkembangan moral dan spiritual santri. Ramadan pun dihadirkan bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan sebagai proses pendidikan yang menanamkan nilai-nilai kehidupan.
Di tengah tantangan zaman, langkah sederhana seperti ini menjadi pengingat bahwa pembinaan akidah dan akhlak anak tetap menjadi fondasi utama. Dari ruang belajar yang bersahaja, harapan besar tentang generasi cerdas dan berkarakter terus ditumbuhkan.
Penulis : sulaiman
Editor : Sofian ang david








