Hari Kebangkitan Nasional: Bangkit Itu Bukan Sekadar Seremonial

- Redaksi

Kamis, 21 Mei 2026 - 00:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sulaiman
Mahasiswa IAI Ar-Risalah INHIL-RIAU — Fakultas Dakwah, Prodi Komunikasi Penyiaran Islam
Ketua PMII Komisariat IAI Ar-Risalah INHIL-RIAU
Anggota MAPARSA IAI Ar-Risalah INHIL-RIAU

i

Sulaiman Mahasiswa IAI Ar-Risalah INHIL-RIAU — Fakultas Dakwah, Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Ketua PMII Komisariat IAI Ar-Risalah INHIL-RIAU Anggota MAPARSA IAI Ar-Risalah INHIL-RIAU

 

Jalan pagi melihat pelita,

Singgah sebentar membeli jamu,

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hari Kebangkitan Nasional bukan hanya cerita,

Tapi panggilan untuk bergerak maju.

 

Oleh : Sulaiman
Mahasiswa IAI Ar-Risalah INHIL-RIAU — Fakultas Dakwah, Prodi Komunikasi Penyiaran Islam
Ketua PMII Komisariat IAI Ar-Risalah INHIL-RIAU
Anggota MAPARSA IAI Ar-Risalah INHIL-RIAU

centralmedianusa.com, SUNGAI GUNTUNG –
Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Momentum ini lahir dari berdirinya Budi Utomo pada 20 Mei 1908, yang menjadi simbol mulai tumbuhnya kesadaran persatuan, pendidikan, dan perjuangan bangsa Indonesia. Dari sana, lahirlah semangat bahwa perubahan tidak akan datang jika rakyat hanya diam dan berjalan sendiri-sendiri.

Namun hari ini, lebih dari satu abad setelah semangat itu lahir, pertanyaannya masih sama: apakah generasi muda benar-benar sudah bangkit? Atau justru terlena oleh perkembangan zaman tanpa arah yang jelas?

Bagi pemuda dan mahasiswa, Hari Kebangkitan Nasional bukan hanya tentang mengenang sejarah di buku pelajaran atau sekadar memasang ucapan di media sosial. Hari ini seharusnya menjadi pengingat bahwa masa depan daerah dan bangsa ada di tangan generasi muda yang mau bergerak, berpikir, dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya.

Di Kecamatan Kateman, generasi milenial dan Gen Z sebenarnya memiliki potensi yang besar. Banyak anak muda kreatif, cepat belajar, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Media sosial bisa menjadi ruang berkarya, menyebarkan inspirasi, bahkan membangun gerakan positif. Tetapi di sisi lain, tantangan yang dihadapi juga semakin berat.

Bahaya narkoba, pergaulan bebas, budaya instan, hingga rendahnya minat literasi perlahan menjadi ancaman yang nyata. Tidak sedikit anak muda yang kehilangan arah karena terlalu sibuk mengikuti gaya hidup tanpa memikirkan dampaknya. Padahal masa muda bukan hanya soal bersenang-senang, tetapi tentang mempersiapkan diri menjadi manusia yang bermanfaat.

Hari Kebangkitan Nasional hari ini harus dimaknai sebagai kebangkitan kesadaran. Kesadaran untuk menjaga diri dari hal-hal yang merusak masa depan. Kesadaran untuk hidup sehat, menjaga lingkungan, dan mulai peduli terhadap kondisi sosial di sekitar. Karena perubahan besar sering kali dimulai dari langkah kecil yang dilakukan dengan konsisten.

Baca Juga:  Babinsa Koramil 06/KTM Bersama KPLP Tingkatkan Pengawasan dan Keselamatan Penumpang di Pelabuhan Tagaraja

Membuang sampah pada tempatnya, aktif dalam kegiatan sosial, membantu kegiatan literasi anak-anak, mengajak teman menjauhi narkoba, atau sekadar menyebarkan konten positif di media sosial—itu mungkin terlihat sederhana. Namun dari hal-hal kecil seperti itulah karakter generasi muda dibentuk.

Literasi juga menjadi bagian penting dalam kebangkitan generasi muda. Hari ini banyak orang cepat berbicara, tetapi sedikit yang mau membaca dan memahami. Cepat menyimpulkan, tetapi malas mencari kebenaran. Maka pemuda harus mulai membiasakan diri untuk belajar, berpikir kritis, dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

Selain itu, kebangkitan pemuda tentu tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan dukungan dari semua pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, hingga stakeholder terkait agar anak muda benar-benar diberikan ruang untuk berkreasi dan bergerak. Pemuda tidak selalu membutuhkan panggung besar. Kadang mereka hanya butuh didengar, diapresiasi, dan diberikan kesempatan untuk mencoba.

Karena ketika anak muda diberikan ruang yang baik, maka akan lahir ide-ide baru, gerakan sosial, kegiatan literasi, aksi lingkungan, hingga semangat gotong royong yang hidup kembali di tengah masyarakat. Apresiasi kecil terhadap karya dan gerakan pemuda juga bisa menjadi penyemangat besar agar mereka terus tumbuh dan tidak kehilangan arah.

Sebagai pemuda dan mahasiswa di Kateman, harapan terbesar tentu bukan hanya melihat pembangunan fisik semata, tetapi juga lahirnya generasi yang sehat, cerdas, peduli lingkungan, dan memiliki semangat kebersamaan. Generasi yang tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga mau turun tangan dan memberi contoh nyata.

Karena sejatinya, kebangkitan nasional hari ini bukan lagi tentang mengangkat senjata melawan penjajahan. Tetapi tentang melawan rasa malas, ketidakpedulian, dan kebiasaan yang merusak masa depan sendiri.

Dan mungkin, kebangkitan itu bisa dimulai dari satu langkah sederhana: peduli.

Pergi ke pasar membeli ketan,

Singgah sebentar membeli jamu,

Selamat Hari Kebangkitan Nasional kawan,

Mari bangkit bersama, mulai dari dirimu

Penulis : sulaiman

Editor : Sofian ang david

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel centralmedianusa.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bripka Afrizon Sambangi Warga Tanam Gambas, Dorong Ketahanan Pangan Keluarga di Beringin Jaya
Semangat Pancasila Menyala di Ujung Negeri, SDN 011 Air Tawar Bertahan di Tengah Keterbatasan
Pesta Kolam Telaga Raja 2026 Hidupkan Kembali Kebanggaan Generasi Muda terhadap Budaya Kateman
Bhabinkamtibmas Desa Beringin Mulya Pantau Progres Jagung, Pastikan Tanaman Tumbuh Optimal
Ketua KNPI Inhil Gelar Open House, Dalam Rangka Hari Kedua Lebaran Idul Adha 1447 H Perkuat Silahturahmi Dan Sinergitas Berbagai Elemen
Masjid Raya Al-Falah Sungai Guntung Tebar Seribuan Kupon Qurban, Warga Rasakan Hangatnya Kepedulian Iduladha 1447 H
Polsek Kateman Tebar Semangat Berbagi, Dua Ekor Sapi Kurban Disalurkan untuk Warga
Menjadi Saluran Berkah, Komunitas “Tangan Kanan” Gelar Aksi Sosial di Kateman
Oleh : Sulaiman Mahasiswa IAI Ar-Risalah INHIL-RIAU — Fakultas Dakwah, Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Ketua PMII Komisariat IAI Ar-Risalah INHIL-RIAU Anggota MAPARSA IAI Ar-Risalah INHIL-RIAU

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 20:38 WIB

Bripka Afrizon Sambangi Warga Tanam Gambas, Dorong Ketahanan Pangan Keluarga di Beringin Jaya

Senin, 1 Juni 2026 - 12:13 WIB

Semangat Pancasila Menyala di Ujung Negeri, SDN 011 Air Tawar Bertahan di Tengah Keterbatasan

Senin, 1 Juni 2026 - 07:50 WIB

Pesta Kolam Telaga Raja 2026 Hidupkan Kembali Kebanggaan Generasi Muda terhadap Budaya Kateman

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:15 WIB

Ketua KNPI Inhil Gelar Open House, Dalam Rangka Hari Kedua Lebaran Idul Adha 1447 H Perkuat Silahturahmi Dan Sinergitas Berbagai Elemen

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:23 WIB

Masjid Raya Al-Falah Sungai Guntung Tebar Seribuan Kupon Qurban, Warga Rasakan Hangatnya Kepedulian Iduladha 1447 H

Berita Terbaru