Centralmedianusa.com,BATAM — Fenomena LGBT yang makin blak-blakan di Kepulauan Riau, khususnya Kota Batam, bikin gerah banyak pihak. Salah satunya datang dari DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Provinsi Kepri. Mereka menilai kondisinya sudah masuk tahap mengkhawatirkan, terutama karena berbanding lurus dengan meroketnya angka kasus HIV/AIDS di Batam.
Lewat Sekretaris Umumnya, Rudi Susanto, DPD IMM Kepri langsung melayangkan desakan kuat ke Pemerintah Provinsi Kepri dan Pemkot Batam untuk segera merumuskan Peraturan Daerah (Perda) khusus. Langkah ini dinilai mendesak buat membentengi masyarakat dan menyelamatkan generasi muda.
Kasus HIV di Batam Rekor Tertinggi
Batam saat ini memegang angka kasus HIV tertinggi di Kepri. Grafiknya terus naik tajam dan kalau dibiarkan tanpa intervensi hukum yang serius, ini bakal jadi bom waktu buat kesehatan masyarakat.
Aktivitas LGBT dan Isu Kesehatan Bukan Lagi Urusan Privat
IMM menyoroti kalau lonjakan angka HIV ini nggak bisa dipisahkan dari semakin menjamurnya aktivitas komunitas LGBT. Ketika tren ini sudah berdampak pada penularan penyakit mematikan, masalahnya bukan lagi cuma soal “hak individu”, tapi sudah jadi ancaman nyata bagi kesehatan publik.
Aparat di Lapangan “Kompang” Tanpa Aturan Tegas
Selama ini pemerintah daerah dinilai cuma merespons secara normatif. Tanpa adanya Perda yang spesifik mengatur soal pencegahan dan sanksi aktivitas penyimpangan sosial, aparat di lapangan seperti kehilangan taji karena nggak punya payung hukum kuat buat menindak.
Menjaga Marwah Batam sebagai Kota Madani
Sebagai kota industri dan wisata yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Batam gampang banget kemasukan pengaruh budaya luar. IMM mengingatkan pentingnya menjaga budaya Melayu-Islami yang menjunjung tinggi norma agama dan adat, jangan sampai luntur cuma karena alasan modernisasi atau pembiaran.
Butuh Aturan yang Sifatnya Merangkul dan Menyembuhkan
Perda yang didesak ini bukan cuma soal melarang atau memberi sanksi, tapi juga harus memuat regulasi preventif (pencegahan) dan kuratif. Artinya, ada ruang rehabilitasi medis dan psikologis yang disiapkan pemerintah buat mereka yang ingin kembali ke fitrahnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jangan Sampai Batam Hancur dari Dalam”
Sekretaris Umum DPD IMM Kepri, Rudi Susanto, menyatakan kalau pemerintah daerah nggak boleh lambat membaca situasi sosial ini.
“Kita nggak bisa tutup mata lagi. Angka HIV di Batam yang terus naik itu adalah alarm keras. Ini bukan soal mencampuri urusan pribadi orang, tapi soal menyelamatkan satu generasi dari kehancuran moral dan penyakit menular. Kita butuh regulasi yang tegas, bukan sekadar imbauan. Pemerintah dan DPRD harus berani ambil sikap lewat Perda!”
Ujar Rudi Susanto, Sekretaris Umum DPD IMM Kepri.
Rudi juga menambahkan, kemajuan ekonomi Batam yang sedang melesat hebat seharusnya berjalan beriringan dengan benteng moral yang kuat. Menurutnya, kota yang maju adalah kota yang mampu melindungi masyarakatnya dari dekadensi moral dan ancaman kesehatan jangka panjang.
Penulis : Rudi
Editor : Sofian ang david









