Kabid PTA HMI MPO Batam Madani Kecam dan Tuntut Permohonan Maaf Oknum Polisi yang Rendahkan Marwah Organisasi 

- Redaksi

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CentralMediaNusa.com Batam – Ketua Bidang Perguruan Tinggi dan Advokasi (Kabid PTA) HMI MPO Batam Madani zunaidi Azhar, menuntut permohonan maaf secara terbuka oknum polisi yang melakukan tindakan merendahkan marwah Organisasi yang mana secara verbal melakukan makian yang tindak pantas terhadap massa aksi aliansi mahasiswa di depan gedung DPRD kota Batam,18 juni 2026.

Saat itu massa aksi tengah menyampaikan aspirasi terkait berbagai persoalan yang menjadi tuntutan mahasiswa runutan dari berbagai aksi yang sama yang juga dilakukan oleh mahasiswa se-Indonesia yang menyoroti berbagai isu-isu nasional yang kini marak dipermasalahkan.

Dalam dinamika aksi yang berlangsung, terjadi ketegangan antara massa aksi dan aparat kepolisian yang bertugas melakukan pengamanan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut keterangan Ketua Bidang Perguruan Tinggi dan Advokasi (Kabid PTA) HMI MPO Cabang Batam Madani, Zunaidi Azhar, di tengah situasi tersebut terdapat seorang oknum perwira kepolisian yang diduga melontarkan kata-kata kasar dan makian kepada massa aksi mahasiswa.

Aparat yang sedang melakukan pengamanan pada aksi mahasiswa di depan DPRD Batam

Ucapan tersebut itulah yang dinilai telah memicu ketegangan aksi antara aparat dan massa peserta aksi karena dianggap menyinggung serta merendahkan martabat mahasiswa yang sedang menjalankan hak konstitusionalnya untuk menyampaikan pendapat di muka umum.

Selain itu, HMI MPO Cabang Batam Madani juga menyebut bahwa mahasiswa yang dimaki itu saat ini menjabat sebagai Ketua Umum HMI MPO Cabang Batam Madani/Sahrul Ramadhan juga mengalami tindakan fisik berupa cubitan dan dorongan saat berada di lokasi aksi.

Dalam situasi yang semakin memanas, Sahrul juga terkena semburan alat pemadam api ringan (APAR) yang digunakan di sekitar area pengamanan sehingga tubuhnya merasakan kondisi yang tidak seharusnya di situasi tersebut.

Kejadian yang kini viral dan memicu reaksi sejumlah aktivis baik yang ada di lokasi aksi maupun yang melihat video tersebut kemudian memicu berbagai komentar dan kritikan terhadap tindakan yang tidak terpuji dan tidak semestinya dilakukan oleh seorang aparat penegak hukum yang seharusnya meredakan keadaan saat aksi tersebut.

“tindakan oknum aparat tersebut tidak mencerminkan pendekatan humanis dalam pengamanan demonstrasi, atas peristiwa tersebut Kami selaku kader HMI MPO merasa direndahkan secara verbal oleh oknum polisi tersebut, yang mana beliau ini diduga seorang perwira tapi kami anggap bertindak kurang pantas pada saat bertugas mengamankan massa aksi dengan memaki mahasiswa menggunakan kalimat kasar” katanya Zunaidi.

Baca Juga:  BP Batam Catat 1.182 Permohonan Perizinan OSS sejak September 2025 hingga September 2026

‘”dinamika di lapangan dan ketegangan pada saat demonstrasi itu hal wajar karena di kondisi seperti itu pasti akan ada ketegangan yang terjadi namun sebagai petugas pengamanan seharusnya bisa menetralkan keadaan bukan malah memicu ketegangan” lanjutnya.

“Sangat disayangkan,dari kalimat tersebutlah membuat ketegangan makin menjadi-jadi yang kemudian memancing seluruh massa aksi yang hadir merespon dan akhirnya terjadilah situasi yang kurang kondusif di aksi hari itu, jadi kami menganggap dia/ oknum tersebut sebagai provokatif di lapangan” ungkapnya.

HMI MPO dan seluruh aliansi mahasiswa mempertanyakan juga hasil dari pada reformasi Polri yang disoroti oleh presiden agar bisa mengevaluasi kinerja polri bisa lebih baik lagi dalam mengayomi masyarakat sipil.

“jika hal seperti ini kembali terulang pada saat aktivis lapangan melakukan langkah konstitusional yang di lindungi oleh undang-undang maka akan menambah tentetan catatan buruk bagi lembaga kepolisian apalagi dia/oknum tersebut disuga seorang perwira” terangnya.

“ketum kami Sahrul Ramadhan juga mengalami tindakan fisik dengan cara di cubit dan di dorong oleh oknum polisi tersebut bahkan dalam aksi itu ketum sampai terkena semburan Apar( alat pemadan api ringan), bagi kami itu penghinaan terhadap marwah organisasi karena ketua umum adalah representatif organisasi dan kader HMI se Indonesia” tegasnya.

“Maka kami selaku Kader HMI menuntut kepada oknum polisi tersebut untuk melakukan klarifikasi dan permohonan maaf secara terbuka atas tindakan refreshif tersebut,jika tidak mereka akan mengambil langkah tegas untuk melaporkan tindakan tersebut kepada Bidpropam Polda Kepri” tandasnya kembali.

Kemudian zunaidi juga menyanyangkan bahwa oknum tersebut tidak ada upaya untuk meredakan situasi sehingga membuat masalah ini tidak terselesaikan “sampai hari ini belum ada pernyataan resmi dari yang bersangkutan sehingga kami menilai tidak ada upaya niat baik dari oknum tersebut.

“perlu kami tegaskan,jangan karena dia seorang perwira sehingga harus bertingkah arogan terhadap mahasiswa dengan merendahkan dan tidak menghormati peserta aksi yang sedang menjalankan hak konstitusional nya” tutup zunaidi.

Penulis : Sad

Editor : Sad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel centralmedianusa.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Utamakan Kebutuhan Air Warga, BP Batam Buka Peluang Kemitraan Swasta dan Pemerintah
Gangguan Listrik Batam Selesai Ditangani, BP Batam Kawal Pemulihan Layanan dan Aktivitas Dunia Usaha
Luluskan 172 Sarjana Hukum, Unisi Tembilahan Tekankan Pengabdian dan Pendidikan Berkelanjutan
Pemulihan Listrik PLN Capai 100%, BP Batam Turun Langsung Kawal Layanan dan Dunia Usaha
BP Batam dan Ombudsman RI Perkuat Pengawasan Pelayanan Publik
PLN Batam Berhasil Pulihkan Pasokan Listrik di Kota Batam, Pastikan Hak Kompensasi Pelanggan Terpenuhi
BP Batam Percepat Pemulihan Air Pasca Pemadaman, 80 Persen Wilayah Batam Kembali Teraliri Air
BP Batam Koordinasikan Pemulihan Listrik dan Air, Prioritaskan Objek Vital dan Pelayanan Masyarakat

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Utamakan Kebutuhan Air Warga, BP Batam Buka Peluang Kemitraan Swasta dan Pemerintah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Gangguan Listrik Batam Selesai Ditangani, BP Batam Kawal Pemulihan Layanan dan Aktivitas Dunia Usaha

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Luluskan 172 Sarjana Hukum, Unisi Tembilahan Tekankan Pengabdian dan Pendidikan Berkelanjutan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Pemulihan Listrik PLN Capai 100%, BP Batam Turun Langsung Kawal Layanan dan Dunia Usaha

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:50 WIB

PLN Batam Berhasil Pulihkan Pasokan Listrik di Kota Batam, Pastikan Hak Kompensasi Pelanggan Terpenuhi

Berita Terbaru