Centralmedianusa.com,PEKANBARU – Mahasiswa Fakultas MIPA dan Kesehatan (FMIPAKES) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Program Studi Farmasi menggelar sosialisasi bertema “Generasi Muda Tangguh: Bela Negara di Era Digital dan Media Sosial” di SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru sebagai bentuk edukasi kebangsaan kepada pelajar di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.
Kegiatan yang berlangsung di Jalan KH Ahmad Dahlan No.90, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru itu diikuti siswa kelas XI dengan penuh antusias. Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari implementasi Mata Kuliah Kewarganegaraan yang diampu dosen Ilham Hudi, S.Pd., M.Pd.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan edukatif itu dilaksanakan oleh Kelompok 4 yang terdiri dari Rizki Kinanti Aulia (250205217), Naila Ul Misbah (250205224), Reyfa Mahesa S (250205227), Nazira Salsabila (250205234), Fadhila Liana (250205235), Nasyila Sazkia (250205245), Nabila Agustina (250208248), Kuntum Khaira Divi (250205253), Siti Afriani Pratiwi (250205256), dan Safira Wulandari (210205037).
Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan bahwa bela negara merupakan sikap dan perilaku warga negara yang dilandasi rasa cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, serta kesetiaan terhadap Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Mahasiswa juga mengulas dasar hukum bela negara sebagaimana tertuang dalam Pasal 27 ayat (3) dan Pasal 30 ayat (1) UUD 1945 yang menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban untuk ikut serta dalam upaya pertahanan dan keamanan negara.
Di tengah derasnya arus digitalisasi dan perkembangan media sosial, generasi muda dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan bangsa. Konsep bela negara saat ini tidak hanya diwujudkan melalui tindakan fisik, tetapi juga melalui sikap bijak dalam menggunakan teknologi dan media sosial.
Para mahasiswa menekankan pentingnya literasi digital bagi pelajar agar mampu memilah informasi dengan benar, menghindari penyebaran hoaks, serta tidak mudah terpengaruh konten negatif yang berpotensi memecah persatuan. Selain itu, siswa juga diajak aktif menciptakan konten positif dan edukatif sebagai kontribusi nyata dalam memperkuat nilai kebangsaan di ruang digital.
“Kesadaran bela negara dapat dimulai dari hal sederhana, seperti menggunakan media sosial secara bijak, menjaga etika dalam berkomunikasi, serta menanamkan rasa cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari,” ujar salah satu pemateri saat sesi sosialisasi berlangsung.
Mahasiswa turut memaparkan dampak positif dan negatif media sosial terhadap kehidupan pelajar. Media sosial dinilai mampu memperluas wawasan, mempererat komunikasi, dan memudahkan akses informasi. Namun di sisi lain, penggunaan yang tidak bijak dapat memicu penyebaran hoaks, cyberbullying, kecanduan gadget, hingga lunturnya nilai-nilai budaya dan kebangsaan.
Dalam kegiatan tersebut, peran sekolah dan guru juga mendapat perhatian penting sebagai garda terdepan dalam membentuk karakter generasi muda di era digital. Melalui edukasi, pengawasan, dan pembinaan yang berkelanjutan, siswa diharapkan mampu tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki semangat bela negara yang kuat.
Suasana sosialisasi berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang mendapat respons positif dari para siswa. Banyak peserta terlihat aktif menyampaikan pandangan dan pertanyaan terkait penggunaan media sosial yang sehat dan bertanggung jawab di lingkungan pelajar.
Melalui kegiatan itu, mahasiswa FMIPAKES UMRI berharap para siswa mampu menjadi generasi muda yang tangguh, cerdas dalam memanfaatkan teknologi, serta memiliki kesadaran tinggi dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa di era digital.
Penulis : sulaiman
Editor : Sofian ang david









