Centralmedianusa.com, PELANGIRAN_INHIL — Semangat menghidupkan kembali Gerakan Pramuka di Kecamatan Pelangiran mendapat momentum baru. Struktur organisasi Gerakan Pramuka masa bakti 2026–2029 resmi dibentuk melalui rangkaian pelantikan dan pengukuhan unsur Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran), Kwartir Ranting hingga Dewan Kerja Ranting (DKR), Minggu (6/9/2026).
Prosesi yang dipusatkan di Lapangan Kantor Camat Pelangiran itu menjadi titik penting bagi pembenahan gerakan kepramukaan di tingkat kecamatan. Bukan sekadar pergantian kepengurusan, kegiatan tersebut sekaligus menandai dimulainya kembali upaya membangun pembinaan generasi muda melalui kegiatan yang terarah, aktif dan berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Camat Pelangiran sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Kamabiran), Kak Bustamin, SE., MM, hadir bersama Babinsa Koramil 10/Pelangiran Serma Sugiyanto, Sekretaris Kecamatan Pelangiran, para kepala desa se-Kecamatan Pelangiran, Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Pelangiran, Ketua PGRI Pelangiran Dewi Kurnia, S.Pd., serta para kepala sekolah yang juga berperan sebagai Kamabigus se-Kecamatan Pelangiran.
Dukungan dari jajaran Kwartir Cabang Gerakan Pramuka 04 Indragiri Hilir juga terlihat dalam kegiatan tersebut. Hadir Kak Zulkarnain selaku Kepala Sekretariat Kwarcab sekaligus Sekretaris Pusdiklat Kwartir Cabang, Kak Rahman selaku Wakil Ketua Bina Muda, Kak Mugiono selaku staf Kwarcab, Ketua Dewan Kerja Cabang Kak Alma S., serta Sekretaris DKC Kak Arifin Ardana.
Pelantikan dilaksanakan secara berjenjang mengikuti mekanisme organisasi Gerakan Pramuka. Unsur Mabiran Gerakan Pramuka Pelangiran menjadi bagian pertama yang dilantik dan dikukuhkan oleh Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka 04 Indragiri Hilir yang dalam kesempatan tersebut diwakili Kak Zulkarnain.
Amanah kemudian berlanjut kepada Kak Riko, M.Pd.Gr, yang dilantik sebagai Ketua Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Pelangiran masa bakti 2026–2029. Prosesi pelantikan dilakukan oleh Kamabiran yang juga Camat Pelangiran, Kak Bustamin, SE., MM.
Tidak berhenti pada jajaran Kwartir Ranting, regenerasi penggerak kegiatan anggota muda turut diperkuat melalui pembentukan Dewan Kerja Ranting. Kak Nikisa Afhisa dipercaya mengemban tanggung jawab sebagai Ketua Dewan Kerja Ranting Gerakan Pramuka Pelangiran masa bakti 2026–2029.
Kehadiran DKR menjadi bagian strategis dalam menggerakkan aktivitas anggota muda. Dengan struktur yang telah terbentuk, ruang untuk merancang kegiatan, pengembangan keterampilan, pembinaan kepemimpinan serta berbagai aktivitas kepramukaan di tingkat ranting diharapkan semakin terbuka.
Kak Bustamin menilai kebangkitan Pramuka Pelangiran membutuhkan sinergi lintas unsur. Mabiran, Mabigus dan Kwartir Ranting, menurutnya, tidak dapat berjalan sendiri-sendiri jika ingin membangun kegiatan kepramukaan yang kuat.
“Unsur Mabiran, Mabigus dan Kwartir Ranting kita harus bekerja sama membesarkan kembali Pramuka di Pelangiran. Kita koordinasi dan komunikasi,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan harapan agar Kecamatan Pelangiran ke depan memiliki Bumi Perkemahan. Fasilitas tersebut dinilai dapat menjadi ruang pembinaan sekaligus pusat berbagai kegiatan Pramuka yang melibatkan anggota dari berbagai gugus depan.
“Mudah-mudahan ke depan kita juga punya Bumi Perkemahan untuk menunjang kegiatan kepramukaan,” harap Kak Bustamin.
Sementara Kak Zulkarnain mengingatkan pengurus yang baru dilantik agar tidak berhenti pada seremoni. Setiap unsur organisasi harus memahami kewenangan dan tanggung jawabnya, kemudian menerjemahkannya dalam kegiatan yang benar-benar berjalan di lapangan.
“Pahami tugas dan fungsi. Jadi Pramuka yang Pramuka. Buat program,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi penekanan bahwa keberadaan struktur organisasi harus menghasilkan kerja nyata. Program pembinaan, kegiatan anggota, penguatan gugus depan dan keterlibatan generasi muda menjadi pekerjaan yang perlu segera diterjemahkan oleh kepengurusan baru.
Ketua Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Pelangiran, Kak Riko, M.Pd.Gr, menyatakan siap mengemban amanah tersebut. Ia menilai kebangkitan kegiatan kepramukaan membutuhkan keterlibatan bersama, bukan hanya pengurus Kwartir Ranting.
“Pelantikan ini menjadi awal bagi kita untuk kembali menggerakkan Pramuka di Pelangiran. Kita akan berupaya menyusun program yang jelas dan memperkuat komunikasi dengan gugus depan serta seluruh unsur yang ada,” katanya.
Menurutnya, sinergi dengan Mabiran, Mabigus, gugus depan, pemerintah desa, satuan pendidikan dan Kwartir Cabang akan menjadi bagian penting dalam membangun gerakan kepramukaan yang lebih aktif. Kegiatan yang disusun nantinya diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu memberikan pengalaman, keterampilan dan pembentukan karakter bagi anggota.
Dengan dikukuhkannya kepengurusan masa bakti 2026–2029, Gerakan Pramuka Pelangiran kini memasuki fase baru. Struktur telah tersedia, kepemimpinan telah menerima mandat, dan Dewan Kerja telah memiliki nahkoda.
Kini perhatian tertuju pada langkah berikutnya: bagaimana seluruh amanah tersebut diterjemahkan menjadi program yang hidup di gugus depan, kegiatan yang menarik bagi anggota muda, serta gerakan yang mampu kembali hadir di tengah masyarakat.
Sebab, kebangkitan Pramuka tidak diukur dari meriahnya sebuah pelantikan, melainkan dari seberapa jauh semangat yang dikukuhkan hari ini berubah menjadi kegiatan nyata, kader yang tangguh dan pengabdian yang terus bergerak di Kecamatan Pelangiran.
(Eman)
Penulis : Sulaiman
Editor : Sofian ang david











