Centralmedianusa.com,BATAM-Berawal dari ucapan yang membuatnya tersinggung, seorang pemuda berinisial AM (20) diduga tega menghabisi nyawa Sunarti Adian (24), perantau asal Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang ditemukan tewas di kamar indekosnya di Batam, Selasa (27/10/2026).
Polisi mengungkap, sakit hati setelah disebut memiliki “wajah mesum” menjadi motif utama yang disampaikan tersangka dalam kasus pembunuhan tersebut. Peristiwa ini kini tengah ditangani jajaran Polresta Barelang.
Dalam konferensi pers di Polresta Barelang, Kamis (29/10/2026), Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono, S.H., S.I.K., M.H., memaparkan kronologi kejadian yang berujung pada tewasnya korban, yang diketahui bekerja di salah satu perusahaan di Kota Batam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Konferensi pers tersebut turut dihadiri Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Agung Tri Poerbowo, S.I.K., M.M., dan Kapolsek Sei Beduk Iptu Ady Satrio Gustian, S.Tr.K., M.H.
Tersinggung Ucapan Korban
Berdasarkan keterangan awal yang disampaikan polisi, peristiwa bermula pada Sabtu (24/10/2026) pagi. Saat itu, AM sedang mencuci sepeda motor di depan indekosnya. Korban kemudian melintas di hadapannya dan keduanya sempat saling bertatapan.
Dalam situasi tersebut, korban disebut melontarkan ucapan “wajah mesum”. Ucapan itulah yang diduga memicu rasa sakit hati pelaku.
“Kata-kata itu yang membuat pelaku sakit hati, dan pada malam harinya pelaku masuk ke dalam kamar korban,” ungkap Kapolresta Barelang saat menjelaskan kronologi kasus tersebut.
Menurut keterangan awal yang dihimpun penyidik, pelaku diduga memanfaatkan jendela kamar yang saat itu disebut tidak terkunci untuk masuk ke tempat korban beristirahat.
Korban Sedang Tertidur
Saat memasuki kamar, korban disebut sedang tertidur lelap. Namun, situasi kemudian berubah menjadi aksi kekerasan ketika pelaku diduga menyerang korban menggunakan benda tajam dan menusuk bagian perutnya.
Korban sempat berteriak. Berdasarkan keterangan awal pelaku yang disampaikan polisi, AM kemudian menutup mulut korban menggunakan bantal.
Peristiwa tersebut berakhir tragis dengan meninggalnya Sunarti. Korban kemudian ditemukan di kamar indekosnya pada Selasa (27/10/2026).
Kasus ini menyita perhatian karena dugaan motifnya berawal dari persoalan ucapan yang menyinggung perasaan. Namun, motif yang disampaikan tersebut tetap menjadi bagian dari keterangan penyidikan dan tidak mengurangi pentingnya pembuktian atas seluruh rangkaian peristiwa.
Polisi masih perlu mengungkap secara menyeluruh setiap unsur kejadian berdasarkan hasil penyidikan dan alat bukti yang sah.(Zul)
Penulis : Zul
Editor : Sofian ang david










