Centralmedianusa.com, Sungai Guntung_Kateman – Ketahanan pangan tidak hanya berbicara tentang ketersediaan bahan pangan, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu mengoptimalkan potensi lahan yang ada di lingkungannya. Semangat tersebut terlihat dalam kegiatan panen jagung Kuartal II Tahun 2026 di Desa Griya Mukti Jaya, Kecamatan Teluk Belengkong, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, Sabtu (12/9/2026).
Panen yang dimulai sekitar pukul 13.30 WIB itu menjadi bagian dari upaya mendukung Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat sektor pertanian dan mendorong kemandirian pangan di tingkat masyarakat.
Komoditas yang dipanen berupa jagung hibrida yang ditanam pada lahan seluas kurang lebih satu hektare di RT 012/RW 004 Desa Griya Mukti Jaya. Lahan tersebut dikelola secara perorangan oleh Edi bersama kelompoknya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari lahan tersebut, hasil panen diperkirakan mencapai sekitar 500 kilogram. Kendati demikian, produksi yang diperoleh belum sesuai potensi maksimal. Kemarau panjang serta kondisi cuaca panas ekstrem menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman jagung.
Meski hasilnya belum maksimal, panen tersebut tetap menjadi gambaran bahwa pemanfaatan lahan produktif di tingkat desa dapat memberikan kontribusi terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan sektor pertanian lokal.

Rencananya, jagung hasil panen akan dipasarkan kepada masyarakat setempat di Desa Griya Mukti Jaya. Langkah ini diharapkan mampu menjaga perputaran hasil pertanian di lingkungan masyarakat sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi pengelola lahan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolsek Teluk Belengkong IPTU Debi Azhar, SH., MH., bersama jajaran Polsek Teluk Belengkong. Hadir pula perwakilan Camat Teluk Belengkong, Hendri; Kasi Tata Pemerintahan Kecamatan Teluk Belengkong Kaspul Anwar; Ps. Kanit Intelkam Polsek Teluk Belengkong AIPDA M. Tahir; Kepala Desa Griya Mukti Jaya Indra Setiawan; Bhabinkamtibmas AIPDA Atfrizon; personel Polsek Teluk Belengkong; perangkat Desa Griya Mukti Jaya; unsur kepala dusun, RT dan RW; serta penggerak kelompok tani.
Keterlibatan kepolisian bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelompok tani menjadi bagian dari kolaborasi dalam mengawal pengembangan ketahanan pangan. Penguatan produksi lokal dinilai penting agar kebutuhan masyarakat dapat semakin ditopang oleh potensi yang tersedia di wilayah sendiri.
Jagung sendiri memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai komoditas pertanian, tetapi juga sebagai salah satu bahan yang dapat menunjang kebutuhan pakan ternak. Karena itu, peningkatan produktivitas jagung di tingkat desa berpotensi memberikan dampak terhadap sektor pertanian dan peternakan secara bersamaan.
Panen tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mendorong masyarakat agar terus memanfaatkan lahan secara produktif. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, lahan pertanian di desa diharapkan mampu berkembang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Upaya tersebut sejalan dengan semangat membangun kemandirian pangan dari tingkat desa. Penguatan produksi lokal diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah serta mendukung cita-cita swasembada pangan secara bertahap.
Seluruh rangkaian kegiatan panen jagung berakhir sekitar pukul 14.30 WIB. Kegiatan berlangsung dalam situasi aman, tertib dan lancar.
(Eman)
Penulis : sulaiman
Editor : Sofian ang david









