Centralmedianusa.com,Kateman_Inhil – Pelantikan Akapriadi, SH sebagai Camat Kateman pada 13 April 2026 lalu telah membawa angin segar sekaligus harapan baru bagi seluruh lapisan masyarakat di wilayah utara Indragiri Hilir tersebut. Sosok Akapriadi bukanlah orang asing di lingkungan pemerintahan setempat, mengingat rekam jejaknya yang panjang sebagai Sekretaris Camat hingga sempat dipercaya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Camat. Penunjukan ini dinilai sebagai langkah tepat karena posisi Camat kini diisi oleh figur yang benar-benar memahami denyut nadi dan karakteristik wilayahnya sendiri.
Optimisme ini terpancar jelas dari pernyataan Ketua Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Kecamatan Kateman, Asrul Efendi, BA, yang menyatakan dukungan moral maupun aksi nyata bagi kepemimpinan baru ini. Beliau menekankan bahwa terpilihnya seorang putra daerah merupakan momentum emas bagi Kateman untuk bangkit dan berkembang lebih pesat dalam segala lini pembangunan. KBB berkomitmen untuk berdiri tegak bersama pemerintah dalam mengawal kebijakan-kebijakan yang berpihak pada kemaslahatan umat demi mewujudkan daerah yang baldatun toyyibatun warobbun ghofur. Sebagai bentuk apresiasi, Asrul Efendi pun menitipkan sebuah pantun:
“Kayu ulin dibuat papan,”
“Rumah dibangun dengan kokohnya,”
“KBB mendukung penuh kepemimpinan,”
“Sinergi kuat Kateman berjaya.”
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dukungan serupa juga mengalir dari tokoh masyarakat Parit 5 Bandar Sri Gemilang, Zulkarnain, atau yang lebih akrab disapa Mok Bokai, yang menyampaikan apresiasi mendalam atas pengisian jabatan definitif ini. Ia mengungkapkan bahwa masyarakat sempat merasa cemas dengan kekosongan posisi pimpinan di Sungai Guntung beberapa waktu lalu, sehingga kehadiran Akapriadi dianggap sebagai jawaban atas penantian tersebut. Baginya, pelantikan ini adalah lembaran baru bagi stabilitas administrasi dan pelayanan publik yang lebih prima di Kecamatan Kateman.

Namun, di balik kegembiraan tersebut, terselip kesadaran kolektif akan banyaknya tantangan besar yang harus segera dibenahi di jantung Sungai Guntung. Persoalan klasik seperti manajemen sampah yang belum terintegrasi dengan baik hingga penataan pasar yang semrawut menjadi daftar pekerjaan rumah yang cukup mendesak untuk segera dicarikan solusinya. Masyarakat menyadari sepenuhnya bahwa permasalahan yang sudah menahun ini tidak mungkin bisa diselesaikan secara instan atau melalui tangan satu orang saja tanpa dukungan sistemik dan kerja sama lintas sektor.
Oleh karena itu, muncul aspirasi agar Camat Akapriadi mengedepankan pendekatan persuasif melalui penguatan silaturahmi dan komunikasi yang intensif dengan seluruh elemen warga. Diharapkan adanya sebuah forum pertemuan rutin yang bisa digelar setiap dua atau tiga bulan sekali sebagai wadah tukar pikiran agar setiap kebijakan yang lahir memiliki landasan sosial yang kuat. Sambil menutup pernyataannya, Mok Bokai melantunkan sebuah pantun sebagai simbol harapan rakyat:
“Hendak ke pasar membeli ikan,”
“Ikan dipanggang sedap rasanya,”
“Duduk bersama kita bincangkan,”
“Supaya elok Kateman kedepannya.”
Forum dialog tersebut nantinya diharapkan melibatkan berbagai pihak mulai dari paguyuban, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, hingga tokoh pemuda guna menyamakan persepsi tentang masa depan Kateman. Dengan duduk bersama dalam satu meja, sekat-sekat komunikasi bisa luruh dan digantikan dengan visi yang seragam untuk membangun daerah. Penyelarasan pandangan ini dianggap krusial agar tidak terjadi tumpang tindih kepentingan yang justru dapat menghambat akselerasi pembangunan yang sedang dicanangkan oleh pemerintah kecamatan.
Kini, seluruh mata masyarakat Kateman tertuju pada langkah-langkah awal yang akan diambil oleh sang putra daerah dalam memimpin tanah kelahirannya. Keberanian dalam mengambil keputusan yang tegas namun tetap merangkul semua golongan menjadi kunci utama dalam mengurai kompleksitas permasalahan yang ada, di mana ketegasan birokrasi harus sejalan dengan kepekaan terhadap arus bawah. Dengan modal pengalaman sebagai mantan Sekcam dan Plt, transisi kepemimpinan ini diharapkan menjadi titik balik bagi kemajuan infrastruktur dan kesejahteraan sosial yang selama ini diidam-idamkan oleh masyarakat Kateman.
_Bunga mawar bunga melati,_
_Harum baunya di dalam taman,_
_Selamat bertugas setulus hati,_
_Benahi masalah majukan Kateman._
- (SLN)
Penulis : sulaiman
Editor : Sofian ang david








