Centralmedianusa.com, Inhil_Riau – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kabupaten Indragiri Hilir menggelar Aksi Mimbar Bebas pada Minggu (17/5/2026) sebagai bentuk kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial yang dinilai semakin mendesak untuk segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.
Aksi tersebut menjadi ruang penyampaian aspirasi masyarakat atas sejumlah persoalan yang hingga kini dinilai belum mendapatkan perhatian serius, mulai dari maraknya parkir liar, ketimpangan pendidikan, eksploitasi anak di bawah umur di jalanan, kerusakan infrastruktur jalan, hingga keberadaan tempat hiburan malam yang diduga melanggar aturan.

Dalam orasinya, PC PMII Indragiri Hilir menegaskan bahwa mahasiswa hadir sebagai penyambung lidah rakyat dan pengawal kepentingan masyarakat. Melalui aksi Mimbar Bebas itu, mereka menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Indragiri Hilir agar segera mengambil langkah konkret.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Adapun tuntutan yang disampaikan di antaranya meminta pemerintah dan DPRD segera menertibkan parkir liar di seluruh wilayah Kabupaten Indragiri Hilir, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan parkir, serta menindak tegas juru parkir ilegal demi mencegah kebocoran PAD dan praktik pungutan liar.
Selain itu, PC PMII juga mendesak pemerintah untuk melakukan audit total terhadap legalitas tempat hiburan malam yang ada di Indragiri Hilir. Mereka meminta usaha hiburan malam yang terbukti melanggar perda maupun ketentuan jam operasional agar segera ditutup permanen demi menjaga ketertiban sosial di tengah masyarakat.
Tak hanya itu, persoalan eksploitasi anak di bawah umur sebagai badut jalanan dan pengamen turut menjadi sorotan dalam aksi tersebut. PMII meminta dinas terkait menghadirkan solusi nyata melalui pembinaan, perlindungan sosial, pemberdayaan keluarga miskin, serta memastikan hak pendidikan anak tetap terpenuhi.
Dalam bidang pendidikan, PC PMII Indragiri Hilir juga mendorong pemerintah untuk lebih serius memperjuangkan akses pendidikan yang merata dan berkualitas, sekaligus menghadirkan program nyata guna menekan angka putus sekolah di daerah.
Ketua PC PMII Indragiri Hilir, Zulfikar, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk panggilan moral mahasiswa dalam mengawal keadilan sosial dan kepentingan rakyat.
“Hari ini kami berdiri membawa suara rakyat. Kami tidak ingin pemerintah hanya hadir dalam seremoni, tetapi absen dalam menyelesaikan persoalan nyata masyarakat. Parkir liar harus ditertibkan, pendidikan harus merata, anak-anak harus diselamatkan dari jalanan, jalan rusak harus diperbaiki, dan tempat hiburan malam yang melanggar aturan harus ditindak tegas. PMII akan terus menjadi garda terdepan dalam mengawal keadilan sosial dan kepentingan rakyat,” tegasnya.
PC PMII Indragiri Hilir menilai aksi Mimbar Bebas bukan sekadar demonstrasi biasa, melainkan bentuk perjuangan moral untuk mendorong perubahan nyata di tengah masyarakat. Mahasiswa, menurut mereka, akan terus mengawal kebijakan pemerintah agar benar-benar berpihak kepada rakyat dan hadir sebagai pelayan masyarakat.
Dengan semangat perjuangan, aksi tersebut ditutup dengan seruan: “PMII Bergerak, Rakyat Berdaulat!” dan “Mimbar Bebas adalah Suara Perubahan!”.
Penulis : Sulaiman
Editor : Sofian ang david









