Centralmedianusa.com,SUNGAI GUNTUNG_INHIL — Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat di wilayah Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Polsek Kateman bersama TNI, Pemerintah Desa Air Tawar, perusahaan dan masyarakat turun langsung melakukan patroli sekaligus menyampaikan edukasi mengenai bahaya serta larangan membuka lahan dengan cara dibakar, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.30 WIB tersebut merupakan tindak lanjut Program Prioritas Kapolri Nomor VII Sub. 34 tentang Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan. Langkah preventif ini diarahkan terutama ke kawasan perkebunan masyarakat yang memiliki potensi menjadi lokasi munculnya titik api.
Kapolsek Kateman KOMPOL Bachtriar, S.H., M.H. memerintahkan pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bagian dari penguatan pencegahan Karhutla di wilayah hukum Polsek Kateman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di lapangan, patroli dipimpin Bhabinkamtibmas Desa Air Tawar Brigadir Ichsan Syahputra. Kegiatan turut melibatkan Kepala Desa Air Tawar Khalilullah Al Muharam, S.Sos., Babinsa Desa Air Tawar Koptu Alim, Kepala Dusun Air Tawar Tumijan, Tim Damkar PT Pulau Sambu, serta anggota MPA Desa Air Tawar Kuncahyo.
Bukan sekadar berkeliling memantau kondisi wilayah, petugas juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengingatkan masyarakat secara langsung agar tidak melakukan pembukaan maupun pembersihan lahan dengan metode pembakaran.
Dalam sosialisasi, masyarakat kembali diingatkan mengenai larangan membakar hutan dan lahan sebagaimana Maklumat Kapolda Riau. Petugas juga menjelaskan bahwa pembakaran lahan dapat menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan, lingkungan dan kualitas udara, sekaligus berpotensi membawa konsekuensi hukum bagi pelakunya.
Pesan pencegahan turut diperkuat dengan mengingatkan masyarakat terhadap Fatwa MUI yang menyatakan bahwa membakar lahan hukumnya haram karena dampak mudarat yang ditimbulkan lebih besar dibandingkan manfaatnya.
Selain pencegahan, kecepatan penanganan juga menjadi perhatian. Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan kepulan asap maupun titik api kepada kepolisian, pemerintah desa atau MPA. Masyarakat juga didorong mengambil langkah awal untuk memadamkan api selama kondisi memungkinkan agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Patroli kali ini sekaligus menjadi bentuk sinergi lintas unsur dalam menjaga wilayah dari ancaman Karhutla. Keterlibatan aparat desa, TNI, kepolisian, unsur pemadam perusahaan dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun sistem deteksi serta respons cepat di tingkat desa.
Dari hasil pemantauan di sejumlah area perkebunan masyarakat Desa Air Tawar, petugas tidak menemukan adanya titik api. Kondisi cuaca saat kegiatan berlangsung terpantau berawan, sementara seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib dan terkendali.
Polsek Kateman berharap kegiatan preventif tersebut tidak berhenti pada patroli aparat, tetapi berkembang menjadi kesadaran bersama. Masyarakat diharapkan turut menjadi mata dan telinga di lapangan dengan mengenali kawasan yang rawan Karhutla, menyampaikan informasi sedini mungkin, serta ikut mengingatkan warga lainnya mengenai bahaya membuka lahan dengan cara dibakar.
Pencegahan sejak awal dinilai menjadi kunci. Sebab, satu titik api yang terlambat ditangani dapat berkembang menjadi ancaman serius bagi lingkungan, kesehatan masyarakat, perkebunan dan aktivitas warga di sekitarnya.
(Eman)
Penulis : sulaiman
Editor : Sofian ang david









